River Tubing Topongeli, Capek tapi Nagih

Sabtu, Juni 22, 2019

River Tubing Topongeli
River Tubing Topongeli
Pagi itu, hujan tiba-tiba mengguyur sangat deras. Dalam hati saya pesimis, sudah datang terlalu pagi, nunggu lama, dan sekarang hujan pula. Batal sudah seseruan hari ini bermain river tubing di Topongeli. Tapi sebentar!

“Beeeeeeeeeeeeegh!”

Tidak bisa menjaga keseimbangan, saya tergulung arus dan membentur bebatuan. Sepuluh detik pertama setelah terbentur, badan berputar-putar di dalam air. Ban lepas entah kemana, saya terus menutup mata. Saking paniknya, bahkan saya lupa kalau mengenakan life vest, jadilah gelagapan terus di dalam air keruh Sungai Kranji.

Tiba-tiba terdengar suara “tenang, mbak, tenang, jangan panik!” yang membuat saya membuka mata. Bahu ini diraihnya menepi, perlahan saya menenangkan diri sambil nyengir kesakitan. Nyatanya, jungkir balik pertama ini nggak bikin saya kapok. Jadilah saya dan teman-teman lain menikmati keseruan River Tubing Topongeli ini.

River Tubing Topongeli

River Tubing Topongeli
Titik start berada di bawah jembatan Kaligetas. Peserta tubing dilepas ke sungai setelah lengkap mengenakan alat keselamatan seperti helm, life vest, body protector siku tangan & lutut, ban, melakukan pemanasan, dan mendapatkan instruksi dari pemandu. Karena keselamatan adalah hal yang utama dalam river tubing, jangan pernah menganggap petualangan ini sepele ya.

Berhubung arus sungai cukup deras karena hujan, beberapa jeram kami lewati untuk menghindari cidera dan hanyut. Namun sebenernya, cidera kecil itu biasa. Namanya olahraga air kan ya, kepentok dikit/banyak atau resiko lain kehilangan sandal atau jam tangan hanyut, paling ujung-ujungnya juga “udah ikhlasin aja, yang penting happy”. Ya tho?

Di tubing kali ini saya pakai sendal gunung, tapi sepertinya akan nyaman pakai sepatu. Resiko kaki kebentur atau lepas lebih kecil dibanding pakai sendal. Oh ya, life vest yang digunakan di Topongeli ini dibuat sendiri oleh Karangtaruna Topongeli. Ukurannya lebih panjang, menutupi tulang ekor hingga pantat dan tali pengingat untuk selangkangan supaya ketika berada di air, life vest ini tidak terangkat ke atas. Lebih nyaman dari life vest kebanyakan.

River Tubing Topongeli
Untuk sampai titik finish, dibutuhkan waktu sekitar 5 jam pengarungan jeram jika kondisi debit air normal. Tapi kalau debit air cukup deras, 4 jam saja cukup. Di tengah pengarungan, saya diajak pemandu untuk singgah sebentar di sebuah air terjun. Tingginya nggak lebih dari 15 meter, debit airnya pun nggak terlalu besar. Dari sini, saya dibolehkan terjun kembali ke sungai untuk melanjutkan pengarungan ke titik akhir.

Yang paling nikmat dari river tubing ini adalah menyantap nasi oseng godong gowok, tempe, peyek, dan telur dadar yang dibungkus dengan daun jati. Sekian jam mengapung di kali dan kelaparan terbayar sudah!

River Tubing Topongeli
Desa Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang
Mujiono - 085727293701
Sutrimo - 081326815400

You Might Also Like

3 comments

  1. moyen, ini nyemplung lagi?
    gak ada kapoknya ini, nagih

    BalasHapus
  2. Aaaa ku juga suka banget main air. Palagi river tubing gini, meski sesampainya ditempat finish badan pd perih, pegel2, kadang malah smpe memar tp emg bikin nagih

    BalasHapus