Mengenal Lebih Jauh tentang Investasi Reksadana

Selasa, Maret 26, 2019

Merencanakan dana liburan dengan investasi reksa dana.
Beberapa waktu lalu, saya menulis tentang merencanakan budget liburan dengan reksa dana. Tapi mungkin diantara kamu masih ada yang pengen tau, "kenapa sih kita harus melakukan investasi?".

Pertanyaan itu jadi pembuka acara Kopdar Investarian ketiga (sekaligus keempat) pagi itu dari Pak Legowo, Presdir dari MAMI. Sedikit flashback ke postingan saya yang pertama tentang reksa dana, kebutuhan investasi ini muncul karena adanya inflasi yang secara nggak sadar menggerogoti asset kita. Meski sudah menabung di bank, tapi belum tentu asset kita aman dari jerat inflasi lho.

Inflasi gabungan tahun 2018 itu sebesar 3,3%. Sekilas sih masih dibawah angka potensi hasil deposito, tapi pada nyadar nggak ya kalau inflasi pendidikan dan kesehatan mencapai angka 15% tahun lalu? Kasarannya, misal kita nabung hari ini buat dana sekolah anak 10 tahun mendatang, ya nggak bakal nyaut.

Makanya itu, kita butuh yang namanya investasi.

Lalu, apa bedanya kita berinvestasi sendiri dan di reksa dana? Singkatnya sih, kalau investasi sendiri itu ya dilakukan diri sendiri yang terkadang masih coba-coba, modal bisa saja besar, dan kita harus rajin mantengin pergerakan saham setiap saat. Tapi kalau investasi lewat reksa dana, kita cukup menyerahkan modal dan kepercayaan kepada manager investasi, si manager ini yang nantinya akan "bekerja" memantau saham.

Kalau dua postingan sebelumnya udah ngebahas tentang Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap, di sesi terakhir Kopdar Investarian beberapa waktu lalu giliran ngebahas Reksa Dana Saham, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Syariah.

Reksa Dana Saham

Investasi Reksa Dana Saham
Di Reksa Dana Saham, kita setidaknya menempatkan minimal 80% investasi di saham itu sendiri. Potensi hasilnya tinggi, tapi jenis reksa dana satu ini juga punya risiko paling tinggi. Reksa Dana Saham cocok untuk investasi diatas 7 tahun, dan tentunya bisa jangkau semua kalangan karena nilai investasinya dimulai dari Rp 10.000,- saja.

Reksa Dana Campuran

Saham vs Obligasi
Nah, beda lagi nih sama Reksa Dana Campuran. Reksa dana ini punya dua jenis komposisi, yaitu saham dan obligasi. Bedanya tau ya, bisa baca di lampiran "saham vs obligasi".

  • Saham > Obligasi & Pasar Uang Pergerakan mendekati reksa dana saham 
  • Saham < Obligasi & Pasar Uang Pergerakan mendekati reksa dana pendapatan tetap 
Reksa Dana Campuran ini sesuai buat investasi jangka menengah ke jangka panjang antara 5 - 7 tahun. Potensi hasilnya sedang, sesuai dengan fluktuatif-nya. Bedanya, minimal investasinya Rp 100.000,-.

Salah satu contoh komposisi Reksa Dana Campuran
Reksa Dana Syariah
Yang terakhir nih, ada Reksa Dana Syariah. Reksa dana ini jelas beda dengan reksa dana biasa, karena harus memenuhi beberapa syarat khusus seperti,

  • Kegiatan perusahaan harus tunduk pada prinsip syariah
  • Lolos seleksi OJK dan Dewan Syariah Nasional MUI
  • Total utang tidak melebihi 45% dari total aset
  • Total pendapatan bunga dan nan non halal 10% total pendapatan usaha
Di MAMI, yang tergolong Reksa Dana Syariah ini juga harus menghindari bertentangan dengan hukum agama islam, penawaran palsu, ketidakpastian, penipuan, suap, judi, ketidakadilan, tidak bermanfaat, penimbunan, dan juga riba. Manager investasinya pun harus punya lisensi khusus. Hanya boleh dibelikan ke instrumen dan tunduk ke prinsip syariah.

Reksa Dana Syariah di MAMI
Pun, selain diawasi oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional MUI, Reksa Dana Syariah di MAMI diawasi juga oleh Dewan Komisaris & Direksi MAMI dan dipantau oleh UPIS (Unit Pengelolaan Investasi Syariah MAMI).

Lalu misal ada keuntungan yang diterima reksa dana tapi "nggak halal", keuntungan ini harus dikeluarkan dengan cara kurifikasi. Kurifikasi ini macam-macam caranya, misalnya saja keuntungan tersebut digunakan sebagai dana untuk pembangunan jembatan (kegiatan sosial).

***
Lagi lagi saya nggak ada di foto bersama, karena sibuk makan. Haha.
Dari beberapa jenis investasi reksa dana, kamu berencana mau invest di yang mana?
Jangan lupa untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, selalu ingat tujuan investasinya untuk apa dan berapa lama investasi akan dilakukan supaya investasimu lebih tepat sasaran nantinya.

You Might Also Like

0 comments