Mempersiapkan Dana Liburan dengan Investasi

Kamis, Oktober 11, 2018


Saya memang sering melakukan perjalanan, namun mayoritas perjalanan saya ya karena urusan kerjaan, bukan liburan. Ya meskipun sering banget kerjaannya di destinasi wisata, tapi yang namanya urusan kerjaan tetep aja ya beda dengan liburan. Disisi lain, aslinya tuh saya nggak doyan-doyan banget untuk melakukan perjalanan, apalagi perjalanan untuk liburan. Serius deh. Kalau nggak ada yang ngajak jalan, ya mending di rumah aja. Haha! Nah, terus kepikir dong ya untuk sesekali traveling tapi terbebas dari jerataan kerjaan. Tapi di sini saya punya masalah yaitu budget traveling yang saya sendiri nggak tau gimana "cara" mendapatkannya. Jadinya, setelah ikut acara Kopdar Investarian yang diadakan MAMI (Manulife Aset Manajemen Indonesia) tempo hari, saya berpikir untuk mempersiapkan dana liburan ini dengan berinvestasi.

Kebetulan sekali, saya lagi belajar cara mengelola keuangan keluarga. Jadi sebenernya, ikut acara Kopdar Investarian kemaren itu nggak cuman dapet insight untuk investasi dana liburan tapi juga bagaimana mengelola keuangan dengan baik supaya nggak besar pasak daripada tiang, dan punya alokasi dana lain seperti dana darurat dan dana pendidikan.

Saya sendiri bukan tipikal orang yang rajin menabung, apalagi untuk investasi ya. Saya juga bukan tipikal orang yang rela ngutang duluan untuk hal-hal semacam liburan ini. Jadilah solusi yang bisa saya ambil, ya merencanakan dana liburan dengan berinvestasi. Nah, kenapa investasi nih?

Liburan bersama anak kicik.
Alasan pertama sih lebih karena kalau sekedar nabung baik di celengan atau di bank, pasti tangan ini iyik buat mipili sedikit demi sedikit. Alhasil begitu mau sampai hari H, tabungannya masih tipis-tipis aja, terus gagal deh liburan! Kayak gitu aja terus selama ini, haha! :p

Lalu alasan lainnya, ya karena inflasi. Saya pun baru tahu kalau ada itung-itungan inflasi vs investasi yang mana bisa dijadikan pertimbangan akan berinvestasi dimana dan seperti apa. Investasi emas dan deposito misalnya, dalam jangka satu tahun, investasi emas dan deposito belum tentu keuntungannya bisa menutup laju inflasi. Meski keduanya sangat mudah untuk dicairkan, tapi hal ini bisa dijadikan pertimbangan kemana uang kita akan diinvestasikan.

Seperti yang dicontohkan sama Pak Legowo, Presdir MAMI, tahun 1998 harga tepung ayam goreng cuman seharga dua ribu lima ratus rupiah, sekarang satu bungkus bisa dua puluh lima ribu.


Sama halnya dengan liburan. Misal nih, bulan depan kita ngutang duit 10 juta untuk liburan dengan kita nabung selama 5 tahun tuh sebenernya selisihnya cukup banyak, banyak banget sih karena secara kasar bisa 2x lipat sendiri.

Nah, tapi kan kita juga musti ngitung ya seperti apa 5 tahun ke depan. Apakah biaya makanan, tiket pesawat, sewa hotel akan sama dengan saat ini? Pastinya sih enggak karena akan terus naik mengikuti laju inflasi.

Terus terus, investasi yang tepat tuh di mana?

Saya sendiri belum mencoba segala jenis investasi. Namun saya tertarik untuk mencoba berinvestasi di reksa dana. Reksa dana ini semacam kita menggabungkan uang kita bersama investor lain untuk dikelola secara profesional oleh pihak ketiga. Terus, aman nggak? Setahu saya, reksa dana sudah diawasin sama OJK. Yang mengelola memang pihak ketiga, tapi duitnya sendiri ngumpulnya tetep di bank. Jadi nggak perlu was-was dong ya!

Kalian ada yang udah pakai reksa dana? Barangkali ada yang berinvestasi di reksa dana untuk dana liburan, mau dong sharing pengalamannya di kolom komentar! :D

You Might Also Like

1 comments

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :")