Maju Tak Gentar Membela Lingkungan bersama Mercy Corps Indonesia

Kamis, April 26, 2018

Mercy Corps Indonesia
Pendidikan Lingkungan dan Mural, Mercy Corps Indonesia
Tidak seperti biasanya, pagi itu saya lebih semangat bangun pagi. Saya, ada janji dengan anak-anak SDN Candirejo 02 dan teman-teman dari Mercy Corps Indonesia untuk ikut serta dalam kegiatan “Pendidikan Lingkungan dan Mural”.

Bisa dibilang saya ikut acara ini dengan tidak terencana, singkat cerita, di Sabtu yang cukup cerah itu tibalah saya bersama si “ransel kicik” di SDN Candirejo 02 untuk menjadi relawan dokumentasi acara.

“Pendidikan Lingkungan dan Mural” ini merupakan rangkaian dari program Transform yang digagas oleh Mercy Corps Indonesia. Dengan mengangkat tema “Maju Tak Gentar, Membela Lingkungan”, harapannya anak-anak SDN Candirejo 02 bisa belajar untuk mencintai lingkungan dengan cara yang lebih fun.

Acaranya sendiri diisi dengan berbagai kegiatan seperti susur sawah, dongeng tentang lingkungan, bermain ular tangga raksasa, dan lomba menggambar. Kebayang nggak keseruannya?

Sebelumnya, dengan mengusung konsep yang sama, acara serupa diselenggarakan di SDN Langensari 02 dan MI Cemanggal 02. Nah, untuk kali ini, selain di SDN Candirejo 02, kegiatan pendidikan lingkungan juga dilakukan di SDN Candirejo 01 melalui pembuatan mural di dinding sekolah.

Warna-warni baju adat Indonesia mewarnai upacara bendera pagi itu. Siswa kelas 1, 2, dan 3 berbaris rapi menghadap ke arah barat, menghadap ke tiang bendera. Sedangkan siswa kelas 4, 5, 6 kompak dengan seragam olah raga.

Sebelum matahari makin terik, acara dibuka oleh Ibu Kepala SDN Candirejo 02, Ibu Sri Muati. Beliau menyambut baik kegiatan ini dan mengungkapkan bahwa kebersihan dan cinta lingkungan memang sudah menjadi salah satu visi sekolah.

Bukan hanya sekedar omong kosong, karena kamu akan menemukan tong-tong sampah bertuliskan “sampah organik-sampah plastik” hampir di setiap sudut sekolah. Yap, sampah yang ada di sekolah ini dipisahkan. Kenapa? Supaya lebih mudah diolah kembali, baik untuk dijadikan kompos atau yang lain.

Mercy Corps Indonesia
Pendidikan Lingkungan dan Mural, Mercy Corps Indonesia
Pendidikan Lingkungan dan Mural, Mercy Corps Indonesia
“Kegiatan ini hanya sebagian kecil dari usaha pelestarian lingkungan yang telah dilakukan oleh pihak sekolah. Oleh karena itu semua pihak harus saling mendukung agar anak-anak kita sadar akan pentingnya pelestarian.” -- Ami, Communication and Outreach Officer, Mercy Corps Indonesia.

Sebelum upacara pembukaan ditutup, secara simbolis beberapa siswa menyerahkan bibit pohon dari Mercy Corps Indonesia kepada Kepala SDN Candirejo 02. Bibit pohon ini akan ditanam di lingkungan sekolah, selain supaya lebih rindang, pohon-pohon ini juga akan menjadi resapan air ketika hujan.

Selepas mengisi perut di ruang guru, saya bergegas mengejar siswa kelas 4, 5, dan 6 yang sudah mulai beranjak menuju sawah. Dipandu oleh Mas Nuro dari Bintari dan teman-teman karang taruna Candirejo, susur sawah kali ini terasa sangat seru karena diimbuhi insight tentang pembuatan lubang biopori yang digunakan sebagai lubang resapan air. Kami juga diajak menengok sebuah sumber air yang terletak di tengah pematang. Saya pun baru tau kalau banyaknya tumbuhan kenci di bawah sumber air menandakan bahwa kondisi air sangat bersih.

Mercy Corps Indonesia
Menyusuri sawah.
Serunya menyusuri sawah.
Lubang Biopori, Mercy Corps Indonesia
Membuat lubang biopori.
Setelahnya, kami bawa susur sungai. Air di hulu terasa lebih segar, dan tidak banyak sampah. Berbeda ketika saat kami berada di hilir, banyak sekali sampah plastik menumpuk. Nah, di sini anak-anak diajak untuk tidak membuang sampah di sungai. Nggak hanya kotor, membuang sampah di sungai juga bisa menyebabkan banjir. Dengan melihat langsung ke sungai, anak-anak menjadi lebih paham pentingnya menjaga lingkungan.





Ketika saya tiba kembali di SDN Candirejo 02, sebagian siswa bermain ular tangga raksasa dan sebagian lagi mengikuti lomba menggambar. Permainan ular tangga raksasa ini didesain khusus oleh Mercy Corps Indonesia dengan memasukkan materi dan pertanyaan seputar lingkungan hidup. Misalnya, “Sebutkan pohon yang menyerap banyak air?” Atau, “Apa saja yang bisa menyebabkan banjir?”. Tujuannya nggak lain adalah membuat anak bisa belajar mencintai lingkungan dengan cara yang asik.

Sayangnya, saya melewatkan kegiatan mendongeng dari Mbah Kusno karena bebarengan dengan kegiatan susur sawah. Tapi penutup acara hari itu sangatlah menyenangkan. Anak-anak diminta menulis cita-cita mereka dan kemudian menggantungkannya di pohon harapan. Ada yang ingin menjadi pemain sepak bola, ada yang ingin menjadi dokter, ada yang ingin menjadi guru, dan bahkan ada yang ingin menjadi supir truk! Senyum-senyum sendiri membaca cita-cita mereka, penuh imajinasi.



Last, but not least, acara yang digelar tepat di peringatan Hari Kartini ini benar-benar membuat saya bahagia. Canda tawa anak-anak ini membuat saya menyadari bahwa, “sedih itu adalah ketika nggak ada orang yang kita ajak berbagi kebahagiaan”. Rada nggak nyambung? Haha.

***
Mercy Corps Indonesia merupakan yayasan yang concern di bidang human development dengan goal meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di Kabupaten Semarang, MCI fokus pada pencegahan dan penganggulangan banjir. Oleh karenanya, banyak kegiatan yang difokuskan di Kabupaten Semarang khususnya Ungaran karena selama ini daerah tersebut belum tersentuh oleh MCI.

Melalui program Transform, MCI ingin membangun kesadaran masyarakat di daerah hulu terutama tentang pengelolaan sampah dan tata guna lahan. Tujuannya untuk meningkatkan koordinasi antara hulu dan hilir sungai garang dalam mencegah banjir.

Beberapa program yang sudah dijalankan MCI yaitu Sekolah Lapang (untuk petani) dan pelatihan pembutan kompos (utamanya untuk ibu-ibu PKK). Selain penyuluhan, MCI juga mengadakan kegiatan fisik seperti penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, dan saluran resapan di beberapa desa di Kabupaten Semarang.

You Might Also Like

3 comments

  1. Wah, acara yang sangat bermanfaat bagi anak-anak dan lingkungan. Selalu menyenangkan jika bisa mengikuti acara-acara seperti ini

    BalasHapus
  2. Wah tujuannya mulia. Mencegah banjir. Berawal dari hal sederhana, jangan buang sampah ke sungai. Semoga tertanam dalam di benak anak-anak itu :"D

    BalasHapus